Wednesday, November 08, 2006

Kalbu Hati

Rintisan hujan meletik sunyinya hati
Terdengar desah sang gemuru berteriak-berteriak
Rintihan batupun terdengar menyayat
Sepi, sunyi, tak berisi...
Semua tentang kegelisahan hati tak terungkap
Tepojok merenungi tentang pilunya hati
Yang terluka oleh goresan-goresan tinta hitam duniawi
Dunia ini kejam !
Dunia ini setan !
Dan...
Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk merubahnya
Hitam tetaplah hitam, dan takkan mungkin berubah menjadi putih !
Semua hanya kemunafikan belaka
Tak ada arti tak ada guna
Kosong... tanpa isi
Dan kini hanya petir yang menemani sunyinya jiwaku
Bahkan mataharipun enggan menerangi kegelapan awan hitam
Hujan semakin besar bertaburan
Begitu pula hatiku...
Semakin terpuruk kedalam kesunyian jiwa...

By: Topan

Hujan

Hari redup itu berubah sendu
Pak petir datang mengetuk menyapa,
Dan juga membawa kamera.
Tiada tawa dan tangis menebar di mana-mana
Semua bersembunyi dan merapatkan mulut
Hanya ada tari dari air yang sedang mengunjungi tanah.
Mula-mula hanya tarian kecil,
Namun kini sudah berubah menjadi “Disko”
Semua kesenduan datang menyapa
Awan-awan jahat merapatkan diri
Matahari dan sinarnya pergi berlebaran
Di sini hanya ada sebuah musik dan...
Syair yang maknanya tak ingin di temui
Dan juga seorang insani yang selalu merindukan bahagia.

By: Topan

Cinta

Ibarat malam yang selalu di penuhi oleh bulan dan bintang
Kehidupan pun mengikuti jejak langkahnya
Bintang adalah banyaknya kasih sayang yang kita punya
Dan bulan....
Adalah rasa sayang kita yang begitu besar dan membentuk sebuah cinta
Layaknya bulan yang hanya satu adanya di semesta
Dan begitu pula rasa cinta kita

Cinta tidak dapat di duakan atau mendua
Tapi rasa sayanglah yang terbagi dan mengurangi kadar sayang dalam cinta
Sampai akhirnya rasa cinta terkikis oleh hasutan lain yang ingin di sayangi
Dan cinta habis sampai disini

Apabila rasa cinta telah habis
Maka ia akan berubah menjadi kebencian dan dendam yang mnyeruak
Kebencian yang takkan habis ditelan waktu
Dan dendam yang takkan hilang oleh sebuah harapan

Cinta itu adalah sebuah angin
Yang hanya dapat memberikan sejuknya selang beberapa detik
Namun hanya angin abadilah yang dapat terus menyejukan sang pencinta

Persetan dengan cinta !!!
Cinta hanya sebuah kentut yang menyusahkan
Pabila ditahan... rasa sakitnya terus bertambah
Pabila diutarakan... sang malu selalu menghalang
Dan pabila diutarakan... leganya bukan main...

Itulah cinta
Seperti merpati yang merayu untuk ditangkap...
Namun sama sekali tidak ingin disakiti !
Karena cinta...
Deritanya tiada akhir...

By: Topan

Aku

Waktu ini matahari tersenyum terik penuh kegersangan
Butiran-butiran kecil berterbang dengan beriramakan topan
Para bebek kian melaju pesat membalap ketelatan
Dan para merpati ikut jua menyesakkan

Namun…, di tengah keramaian dan kebingaran penat
Terselip seorang lelaki yang terbungkam sendiri dengan jubah anggunnya
Lelaki indah itu menatap diam dengan tajam penuh sorotan kematian
Matanya merah menanar seakan sedang mencuatkan kemarahan

Ia berjalan mengikuti langkah kakinya yang bertuju ke sebuah gedung
Gedung besar nan megah penuh ilmu berdatang
Pria bermata merah itu memasuk dengan penuh senyum bernaungkan hampa
Ia terus berjalan makin pasti dengan kalbu berkalau acak

Dengan penuh teguh dan yakin ia memasuk ke sebuah ruang
Ruang yang penuh asa tempat jiwa dan pikir saling berpaut
Mata yang setadinya merah memulai redup
Dan mata itu kini dapat berkata dengan lantang

“Aku datang dengan jiwa yang terkoyak rapat”
“Dengan segala amarah atas rasa terpendam”
“Namun di sini aku bertujuan”
“Untuk menautkan jiwa atas pikiran bertautan”

By: Topan

Cinta yang Terbuang

Hari ini terasa sangat membosankan sekali untuk Njum. Mau jalan-jalan... nggak punya uang, mau punya pacar... nggak ada yang mau. Akhirnya satu-satunya hal yang bisa dilakuin Njum cuma tidur nyenyak dikamarnya. Tapi memang dasar hari ini adalah hari sialnya Njum, tiba-tiba ia terpeleset dan menabrak lemarinya yang tinggi dan besar. Kesialan Njum tidak berhenti sampai disitu saja. Setelah menabrak lemari, kepala Njum tertimpa buku yang terjatuh dari atas lemarinya.
“Aduh..., lengkap banget deh penderitaan gue...” gumam Njum sambil memegangi kepalanya yang mulai terasa sakit.
“Hah! Inikan buku diary gue yang udah lama gue cari.” Tunjuk Njum ke arah buku yang menimpanya sambil memegangi kepalanya yang membenjol.
Ternyata buku itu adalah buku diary Njum yang berisi curhatannya dan juga curhatan cewek yang mengaku suka banget sama Njum namun Njum tolak. Setelah membaca curhatan fansnya itu, Njum berpikir untuk mendatanginya berharap dia masih suka padanya. Tanpa berpikir lama lagi, Njum langsung bergegas tanpa lupa memakai minyak nyong-nyongnya.
Cewek itu bernama Tina, cewek cantik yang manja. Waktu SMP dulu Tina adalah cewek yang sangat gigih dan penuh semangat mengejar-ngejar Njum. Namun usahanya tidak pernah berasil menarik hati Njum, dan Njum cuma bisa ngasih harapan-harapan kosong untuk menolak Tina. Dengan Pedenya Njum dateng ke rumah Tina naik si Jago, motor bututnya Njum. Njum berpikir bahwa Tina masih sangat menyukainya seperti dulu.
Namun betapa terkejutnya Njum. Setibanya di rumah Tina, ia melihat pemandangan yang sangat membuatnya shock berat. Njum melihat Tina sedang berciuman dengan seorang cowok yang mencumbui Tina dengan penuh semangat.
“Em-Eh-Ah-Eee..., ada apa Njum?” Ujar Tina dengan terbata-bata sambil menghentikan ciuman itu dan mengelap-elap bibirnya yang basah.
“Hah! Apaan Tin?” Ucap Njum yang masih dalam keadaan shock.
“A-ada apan tiba-tiba loe dateng ke rumah gue?” ucap Tina masih dengan terbata-bata.
“Oh ya kenalin nih cowok gue, Paung.” Ucap Tina sambil berusaha mencairkan suasana.
“Hah...” betapa makin shock dan kegetnya Njum ketika tahu cowok yang bercumbu dengan Tina adalah Paung sahabat dekat Njum.
Setelah sadar dari shocknya, tanpa banyak berpikir dan berbasa-basi Njum langsung pergi meninggalkan Tina dan Paung yang masih malu dan merasa bersalah.
(seberapa besarpun rasa cinta seseorang padamu. Apabila ia mendapatkan sebuah penolakkan, jangan berharap rasa cinta itu akan kembali lagi untuk mengais-ngais sebuah harapan padamu. Dan suatu hari nanti, bisa jadi kamulah yang akan mengais-ngais cintanya agar bisa kau miliki. Atau mungkin, cinta itu akan menjadi milik sahabatmu sendiri...)

By: Topan

Cinta Terlarang

Sore ini, daerah tempat tinggal Topan disinggahi hujan kembali. Rasanya kalau sedang hujan seperti ini memang paling enak kalau dinikmati dengan tidur. Sama hal nya dengan Topan. Setiap hujan, orang yang berwatak super duper males ini pasti paling pertama yang sudah terlelap dengan nyenyak.
Namun berbeda dengan hari ini, Topan terlihat sedang melamun memikirkan sesuatu. Bahkan hujan yang memercikinya tidak dapat membuatnya beranjak dari sudut kamarnya. Apakah ia sedang memikirkan pelajaran di sekolah? Ah tidak, tidak mungkin, hari ini merupakan hari ke enam minggu ini ia membolos sekolah. Bahkan surat panggilan untuk orang tuanya baru saja ia robek.
Bersama redanya hujan, seseorang mengetuk pintu kamarnya.
“Masuk aja, Guh.” Ujar Topan sambil beranjak.
Teguh masuk dengan cengengesannya yang khas.
“Loe dukun ya?, kok tau orang ganteng yang dateng?” seru Teguh dengan gaya konyolnya.
“Loe pasti belum mandikan, dari kemarin?” sindir Topan.
“Mhm...” Teguh hanya bisa tersyum.
“Guh,” ujar Topan menghentikan senyumnya.
“Kenapa loe? Mikirin gue ya? Gue tau kok gue ganteng, tapi...”
“Bukan itu!” sela Topan.
Teguh mendadak diam dan sedikit gemetar. Belum pernah ia melihat Topan berprilaku serius.
“Emangnya ada apaan sih?”
“Guh, gue sekarang lagi suka sama seseorang.”
“Trus kenapa? Yang loe suka cewekkan?”
“Iya.”
“Lantas”
“Tuh cewek udah punya cowok.” Rintih Topan.
“Hah! Loe gila kali ya?” pekik Teguh
“Kalau disuatu saat loe ngeliat sebuah barang, dan merasa suka sama tuh barang. Apa salah kalau loe lantas ingin memilikinya?”
“Emang betul loe nggak salah. Tapi loe harus ingat sama satu hal. Itu barang udah ada yang punya. Loe nggak berhak ngerebut tuh barang dari si pemiliknya. Lagian, belum tentu itu barang rela lw milikin kan.”
Topan hanya membisu, matanya berubah menjadi berair. Dan tak terasa di matanya mulai menetes air-air kesedihan.
“Lantas gue harus bagaimana?” Pekik Topan sambil menangis.
“Ingat Pan, cewek di dunia ini tuh ratusan bahkan ribuan. Dan cewek itu bukan hanya sekedar barang untuk dimiliki. Ia juga punya perasaan, ia nggak bisa dipaksa untuk bisa dimiliki.”

By: Topan

Monday, November 06, 2006

Propil Pembuwat



hai..............

nieh klo lo smua pade mao tao saha yang buwat neh blog :

Nama gw MUHAMAD TAUFAN, tp biasa di panggil ma orang2 TOPAN

Gw skul di sekolah super parah SMA N 9 BhEKhASIe, atawa biasa di sebut ama penduduk lokal ETNIZ ato NINERS

Gw juga punya alamat email neh, friendster juga ade, malahan LC juga ade. alamat nye sich same semua TOPAN_JALANG@YAHOO.COM

Och ya maksud na jalang di ntu alamat buka bmaksud ape2 lho, cuma ngikut2 Chairil Anwar gt.

Keep contact me yach

Oh ya, kalo ente2 mao tao lebih lg. kirim aje email ato testi ke alamat ane yach..,

SEE U LATER.....