« Home | Cinta yang Terbuang » | Cinta Terlarang » | Propil Pembuwat » | Filosofi Punk »

Aku

Waktu ini matahari tersenyum terik penuh kegersangan
Butiran-butiran kecil berterbang dengan beriramakan topan
Para bebek kian melaju pesat membalap ketelatan
Dan para merpati ikut jua menyesakkan

Namun…, di tengah keramaian dan kebingaran penat
Terselip seorang lelaki yang terbungkam sendiri dengan jubah anggunnya
Lelaki indah itu menatap diam dengan tajam penuh sorotan kematian
Matanya merah menanar seakan sedang mencuatkan kemarahan

Ia berjalan mengikuti langkah kakinya yang bertuju ke sebuah gedung
Gedung besar nan megah penuh ilmu berdatang
Pria bermata merah itu memasuk dengan penuh senyum bernaungkan hampa
Ia terus berjalan makin pasti dengan kalbu berkalau acak

Dengan penuh teguh dan yakin ia memasuk ke sebuah ruang
Ruang yang penuh asa tempat jiwa dan pikir saling berpaut
Mata yang setadinya merah memulai redup
Dan mata itu kini dapat berkata dengan lantang

“Aku datang dengan jiwa yang terkoyak rapat”
“Dengan segala amarah atas rasa terpendam”
“Namun di sini aku bertujuan”
“Untuk menautkan jiwa atas pikiran bertautan”

By: Topan