« Home | Cinta Terlarang » | Propil Pembuwat » | Filosofi Punk »

Cinta yang Terbuang

Hari ini terasa sangat membosankan sekali untuk Njum. Mau jalan-jalan... nggak punya uang, mau punya pacar... nggak ada yang mau. Akhirnya satu-satunya hal yang bisa dilakuin Njum cuma tidur nyenyak dikamarnya. Tapi memang dasar hari ini adalah hari sialnya Njum, tiba-tiba ia terpeleset dan menabrak lemarinya yang tinggi dan besar. Kesialan Njum tidak berhenti sampai disitu saja. Setelah menabrak lemari, kepala Njum tertimpa buku yang terjatuh dari atas lemarinya.
“Aduh..., lengkap banget deh penderitaan gue...” gumam Njum sambil memegangi kepalanya yang mulai terasa sakit.
“Hah! Inikan buku diary gue yang udah lama gue cari.” Tunjuk Njum ke arah buku yang menimpanya sambil memegangi kepalanya yang membenjol.
Ternyata buku itu adalah buku diary Njum yang berisi curhatannya dan juga curhatan cewek yang mengaku suka banget sama Njum namun Njum tolak. Setelah membaca curhatan fansnya itu, Njum berpikir untuk mendatanginya berharap dia masih suka padanya. Tanpa berpikir lama lagi, Njum langsung bergegas tanpa lupa memakai minyak nyong-nyongnya.
Cewek itu bernama Tina, cewek cantik yang manja. Waktu SMP dulu Tina adalah cewek yang sangat gigih dan penuh semangat mengejar-ngejar Njum. Namun usahanya tidak pernah berasil menarik hati Njum, dan Njum cuma bisa ngasih harapan-harapan kosong untuk menolak Tina. Dengan Pedenya Njum dateng ke rumah Tina naik si Jago, motor bututnya Njum. Njum berpikir bahwa Tina masih sangat menyukainya seperti dulu.
Namun betapa terkejutnya Njum. Setibanya di rumah Tina, ia melihat pemandangan yang sangat membuatnya shock berat. Njum melihat Tina sedang berciuman dengan seorang cowok yang mencumbui Tina dengan penuh semangat.
“Em-Eh-Ah-Eee..., ada apa Njum?” Ujar Tina dengan terbata-bata sambil menghentikan ciuman itu dan mengelap-elap bibirnya yang basah.
“Hah! Apaan Tin?” Ucap Njum yang masih dalam keadaan shock.
“A-ada apan tiba-tiba loe dateng ke rumah gue?” ucap Tina masih dengan terbata-bata.
“Oh ya kenalin nih cowok gue, Paung.” Ucap Tina sambil berusaha mencairkan suasana.
“Hah...” betapa makin shock dan kegetnya Njum ketika tahu cowok yang bercumbu dengan Tina adalah Paung sahabat dekat Njum.
Setelah sadar dari shocknya, tanpa banyak berpikir dan berbasa-basi Njum langsung pergi meninggalkan Tina dan Paung yang masih malu dan merasa bersalah.
(seberapa besarpun rasa cinta seseorang padamu. Apabila ia mendapatkan sebuah penolakkan, jangan berharap rasa cinta itu akan kembali lagi untuk mengais-ngais sebuah harapan padamu. Dan suatu hari nanti, bisa jadi kamulah yang akan mengais-ngais cintanya agar bisa kau miliki. Atau mungkin, cinta itu akan menjadi milik sahabatmu sendiri...)

By: Topan